Terkadang pemikirannya aku terperanjat dalam duka
yang tak bertepi
ketika yang kuharapkan telah pergi
aku berusaha untuk berpijak
pada tanah yang berlapang
Yang disana tak ada pasir
Dan tak ada air
Burung camar yang tak pernah aku tau
datang diaantarkan warna senja yang abadi dan sejati
Air dan pasir itupun lagi-lagi tak muncul.
Aku sedih………….
kosong yang lumrah diterjemahkan menjadi cawang kebiasaan yang tak terkendalikan alirannya.
Seperti air yang terus saja bergerak
Karena diapun belum tentu dapat menghentikan aliranya sendirii
Aku tak perlu sadar untuk berpikir
dan mencari cara untuk bisa memenuhi harapan
Sementara di luar sana mereka menunjuk jelas
menggunakan pikiran untuk memunculkan hasil yang mereka bawa
dari apa yang tidak mereka kehendaki adanya.
Mempelajari pemikiran yang dipenuhi isi yang menarik
tidak akan pernah terjadi jika waktu masih menunjukkan dia adalah waktu
Kesesatan yang tidak beralasan
Mengapa begitu susah untuk mengetahuinya?
Aku tersadar dengan sendiri………………….
created by Mutmainna Andi Sudirman
